SMP Sains Tebuireng - Sabtu (23/05/2026) Alhamdulillah terlaksana Wisuda Purna Siswa jenjang SD dan SMP/MTs sederajat yang diikuti seluruh Unit Pendidikan di bawah naungan Pesantren Tebuireng yang dilaksanakan di halaman SMA A. Wahid Hasyim Tebuireng. Pada kesempatan kali ini diikuti 879 peserta didik yang berasal dari SD Islam Tebuireng Ir. Soedigno, MTs Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng, SMP A. Wahid Hasyim, MTs Sains Salahuddin Wahid Tebuireng dan SMP Sains Tebuireng.

Kegiatan dihadiri oleh Bunyai Lelly Lailiyah Hakim, Bapak Ir. H. Abdul Ghofar selaku Mudir I Bidang Keuangan dan Umum Mudir Pesantren Tebuireng, Bapak H. Muhammad Hasyim, MA. Selaku Mudir II Bidang Pendidikan, Bapak H. Lukman Hakim, B.A. selaku Mudir III Bidang Pondok dan Diniyah, Bapak H. Agus Mughni Mohammad, S.H., M.A selaku Mudir IV Bidang Modal Insani, Bapak KH. Ahmad Roziqi, Lc., M.Hi selaku Mudir V Bidang Pendidikan Tinggi, Bapak KH Muhammad Riza Yusuf Hasyim selaku Mudir VI Bidang Sarana dan Prasarana, Bapak KH. Abdul Hadi Yusuf Anggota Dewan Pembina Yayasan KH. M. Hasyim Asy’ari, Ketua MUI Provinsi DKI Jakarta Dr. KH. Muhammad Faiz Syukron Makmun, Lc., M.A, guru, orang tua, dan tamu undangan lainnya. 

Muhammad Dhiya' Ulhaq

Muhammad Dhiya' Ulhaq dan Archie Javas Nararya, peserta didik asal SMP Sains Tebuireng terpilih sebagai pengisi acara. Muhammad Dhiya' Ulhaq sebagai pembaca ayat suci Al Qur'an, sedangkan Archie Javas Nararya selaku sambutan perwakilan wisudawan.

Archie Javas Nararya

Ketika menyampaikan sambutan Archie Javas Nararya mengungkapkan rasa terimakasih kepada seluruh ustadz dan ustadzah yang membimbing hingga saat ini. Terkhusus Pengasuh Pesantren Tebuireng KH. Abdul Hakim Machfudz.

Archie Javas Nararya juga menjelaskan bahwa di Pesantren Tebuireng tidak hanya belajar tentang ilmu agama serta ilmu umum semata, melainkan juga cara bertahan, berproses dan bagaimana hidup secara mandiri. 

"Ilmu tanpa adab adalah sia-sia, adab merupakan sebuah mahkota yang harus kami jaga selamanya,” ucap Archie Javas Nararya.

Hal tersebut diamini oleh Bapak Dr. Muhammad Hasanuddin Wahid sekaligus Bendahara Umum Presidium Nasional Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) yang juga salah satu perwakilan wali peserta didik yang ditunjuk untuk menyampaikan sambutan. Beliau merasakan perubahan perilaku buah hatinya selama menempuh pendidikan di Pesantren Tebuireng sangatlah baik.

Bapak H. Muhammad Hasyim, M.A

Menyambung apa yang telah disampaikan pembicara sebelumnya, Bapak H. Muhammad Hasyim, M.A selaku Mudir II Bidang Pendidikan Pesantren Tebuireng berpesan kepada seluruh wisudawan agar memegang nasihat Imam Syafi'i. Beliau menyampaikan bahwa eksistensi seseorang akan diakui atas dua hal, yakni bil ilmi wat tuqo. Dengan ilmu dan ketakwaan yang dimiliki seseorang.

Memasuki amanat pengasuh yang pada wisuda kali ini diwakili Bapak KH. Abdul Hadi Yusuf selaku Anggota Dewan Pembina Yayasan, beliau mengingatkan seluruh peserta wisuda supaya tidak gengsi untuk berterimakasih kepada orang tua. Begitu besar jasa serta kerja keras orang tua demi mengantarkan buah hatinya hingga terlaksananya prosesi ini.

KH. Abdul Hadi Yusuf

"Selain itu, lembaga ini besar tidak hanya karena barokah para pendiri serta kesungguhan ustadz/ustadzah yang tekun mendidik para santri saja. Melainkan juga melihat perilaku serta akhlak para alumni ketika terjun di tengah masyarakat," ulas Bapak KH. Abdul Hadi Yusuf.

Seusai penyampaian sambutan dan amanat, kegiatan dilanjutkan dengan penganugerahan penghargaan kepada para peserta didik berprestasi asal masing-masing unit pendidikan. Tiga peserta didik berprestasi asal SMP Sains Tebuireng yakni, 
  1. Diandra Rafif Aldiansyah kelas IX G
  2. Putri Fadilah kelas IX A
  3. Archie Javas Nararya kelas IX F
Setelah penganugerahan penghargaan kepada peserta didik berprestasi, kegiatan dilanjutkan dengan orasi ilmiah oleh Bapak Dr. K.H. Muhammad Faiz Sukron Makmun, Lc., M.A. selaku Ketua MUI Provinsi DKI Jakarta. Ketika menyampaikan orasi ilmiah, beliau menyampaikan bahwa Pesantren Tebuireng berbeda dari pesantren-pesantren lain. Beliau baru mengetahui bahwa di Pesantren Tebuireng memiliki banyak unit pendidikan, mulai dari SD hingga perguruan tinggi.

Beliau juga sangat mengapresiasi seluruh komponen yang ada di Pesantren Tebuireng, mulai dari pendidikan hingga cara berpakaian seluruh tenaga pendidik yang lengkap mengenakan jaz dan batik rapi. Semua sudah mengikuti kebutuhan perkembangan zaman, tidak tersekat dengan hanya sarung dan peci hitamnya. 

Santri SMP Sains Tebuireng, imbuh Bapak Dr. K.H. Muhammad Faiz Sukron Makmun, Lc., M.A.,  nanti akan menjadi pelopor bagaimana membawa norma Al-Qur’an pada etika kedokteran. Bagaimana membuka aspek ilmu pengetahuan yang ada di dalam hadis dibawa ke ranah sains. 

"Hari ini kita hidup di zaman yang berbeda. Zaman ini kejam. Kalau kita tidak melakukan inovasi, perubahan, maka kita akan dimakan zaman,” ungkap Bapak Dr. K.H. Muhammad Faiz Sukron Makmun, Lc., M.A.

Memasuki acara inti, yakni prosesi wisuda. Setiap peserta wisuda dipanggil untuk diberikan kenang-kenangan, bermushofahah dengan para asatidz dan kemudian diakhiri dengan sungkeman dengan orang tua di tempat yang telah disediakan.

Sebagai pemingkas acara Wisuda Purna Siswa kali ini, ditutup dengan foto bersama peserta wisuda, orang tua, dewan guru bersama asatidz dengan iringan musik dari grup gambus El Fatah.
Lebih baru Lebih lama