![]() |
SMP Sains Tebuireng - Proses belajar tidak hanya terbatas dalam dinding ruang kelas semata. Di mana pun seseorang berada dan dengan siapapun berjumpa, maka saat itu pula ilmu bisa didapatkan.
Ilmu tidak hanya sebatas kemampuan akademik, bahkan ada juga ilmu yang sangat berharga didapatkan dari seseorang yang mampu memberikan kebermanfaatan dalam menjalani kehidupan berdasar pengalaman hidup seseorang yakni ilmu tentang kehidupan.
Secara sadar ataupun tidak, setiap orang yang dijumpai bisa menjadi guru. Bahkan seorang pedagang pinggir jalan sekalipun.
Laiknya momen Kemerdekaan Bangsa Indonesia pada bulan Agustus saat ini. Tentunya banyak dijumpai kegiatan seremonial perayaan HUT Kemerdekaan Bangsa Indonesia, seperti jalan sehat, gerak jalan, hingga lomba-lomba khas lainnya. Pada saat itu pula akan banyak dijumpai penjual-penjual jajanan hingga bakso pinggir jalan yang turut hadir meramaikan lokasi acara.
Tetapi di salah satu lokasi, ada seorang pedagang bakso yang justru memilih tempat berdagang cukup jauh dari keramaian. Beliau berdalih bahwa rezeki sudah ada yang mengatur dan tidak akan salah sasaran. Hal itu terbukti dari beberapa pembeli yang datang. Berapapun hasil yang didapatkan di hari tersebut, maka itulah rezeki yang memang diperuntukkan bagi penjual.
Penjual tersebut menjelaskan,walaupun peluang dagangan cetapt habis, tetapi di tempat yang ramai itu sudah dipastikan banyak sekali pedagang makan serupa yang berjualan. Sehingga ada peluang juga, barang dagangan tidak terjual ataupun hanya terjual dengan jumlah lebih sedikit. Karena banyaknya sesama penjual berada di lokasi yang sama atau berdekatan.
Terpenting, imbuh penjual, yakni rasa ikhlas. Berapapun barang dagangan yang terjual apabila ikhlas, maka akan terasa nikmat dan akan terus ditambah sesuai takaran rezeki masing-masing.
*disampaikan oleh Dodot Indarbayu, S.Pd
