Apakah kita pernah  menghawatirkan perasaan orang lain, agar orang di sekitar kita merasa bahagia?

Inspirasi Story - Ketika berada di sekolah kita adalah seorang guru atau tenaga pendidik, tetapi ketika di rumah kita beralih profesi sebagai istri, suami, ibu, ayah atau anak dari kedua orang tua.

Kita terbiasa memikirkan orang lain, menjaga perasaan, memenuhi kebutuhan, dan bahkan selalu berusaha ada bagi mereka. 

Sampai terkadang kita lupa bertanya, “Bagaimana dengan diriku?, bagaimana perasaan ku, dan apakah aku bahagia ?”

Di balik semua peran itu, kita tetaplah manusia biasa. Seseorang yang punya lelah, keinginan, batas, dan hati yang juga perlu dirawat.

Sebelum terlalu jauh larut dalam kehidupan orang lain, kembali ingatlah dengan dirimu sendiri. Rawat dirimu sebelum merawat yang lain. Dengarkan dirimu sebelum terus mendengarkan semua orang.

Kita perlu belajar mencintai dan merawat diri kita sendiri sebelum akhirnya mencintai serta merawat orang lain 

Jangan sampai suatu hari nanti, kita begitu sibuk menjadi seseorang bagi semua orang, hingga lupa siapa diri kita sendiri.

*disampaikan oleh Berlian Maulawiyatul Husna, S.Ak.

Lebih baru Lebih lama