Hubaidi, S.H., M.Pd


Inspirasi Story - Mendengar nama Imam al-Ghazali, otomatis gambaran yang terlintas adalah seorang sosok ulama dengan reputasi kealiman yang tidak terelakkan lagi. Beliau tergolong sosok cendekiawan muslim dengan paket lengkap.

Wawasan tokoh muslim yang bernama lengkap Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali ath-Thusi asy-Syafi'i tidak hanya sebatas pada teks agama yang rumit semata, melainkan juga kepahaman dalam filsafat dan prioritas olah rohani sebagai sufi yang taat.

Terdapat kisah unik di balik totalitas Imam al-Ghazali dalam beragama setelah kewafatannya. 

Syekh Nawawi al-Bantani dalam Nashaihul ‘Ibad menulis cerita seseorang yang berjumpa Imam al-Ghazali dalam sebuah mimpi. “Bagaimana Allah memperlakukanmu?” tanya orang tersebut.

Dalam kisah itu Imam al-Ghazali menanggapi pertanyaan tersebut dengan menyebutkan satu per satu seluruh ibadah serta amalan yang pernah dijalani.

Ternyata dari sekian banyak amalan atau ibadah yang disampaikan, semuanya ditolak oleh Allah SWT. Kecuali satu amalan kebaikannya ketika bertemu seekor lalat.

Kejadian tersebut terjadi ketika Imam al-Ghazali tengah sibuk menulis sebuah kitab. Sampai suatu waktu terdapat seekor lalat yang hinggap di atas tinta yang digunakan menulis. Lalat itu pun terlihat haus, lantas Imam al-Ghazali berhenti menulis sejenak dan membiarkan lalat melepas dahaga dari tintanya.

Peristiwa ini mengandung pesan yang sangat dahsyat. Jangan pernah meremehkan kebaikan. Sekecil apapun kebaikan yang dilakukan. 

Terus lakukan kebaikan di setiap hari, pasti ada manfaat atau nilai positif yang bisa dipetik di kemudian hari. Sebagai manusia tidak mengetahui mana amal yang diterima Allah SWT, oleh karena itu jangan bosan melakukan kebaikan di jalan Allah SWT.

*)disampaikan oleh Hubaidi, S.H., M.Pd
*)diolah dari berbagai sumber
Lebih baru Lebih lama