Inspirasi Story - Kebesaran Allah SWT memang sudah tidak terbantahkan lagi, mulai dari terciptanya seluruh alam semesta beserta isinya.

Begitu pula dengan terciptanya manusia sebagai khalifah di bumi ini. Manusia diciptakan di dunia sebagai makhluk paling sempurna.

Selanjutnya, sebagai makhluk yang paling sempurna atas akal pikiran yang diberikan pada akhirnya manusia mampu menciptakan sesuatu untuk mempermudah kehidupan sehari-hari.

Salah satu barang buatan manusia adalah lensa kamera yang terdapat pada telepon pintar. Saat ini seakan-akan tidak lepas dengan pemanfaatan kamera pada telepon pintar sebagai alat untuk mengabadikan momen.

Sudah sangat mudah dijumpai banyak produk telepon pintar yang mengutamakan kamera sebagai fasilitas unggulan. Ada yang 16 MP atau bahkan sampai 50 MP. Untuk kebutuhan mengabadikan sebuah momen tentu sudah sangat cukup.

Tetapi, disadari atau tidak. Hasil potretan yang dihasilkan tidak sebagus apa yang tampak pada mata sang ahli potretnya. Pasti ada selisih pada kecerahan, warna hingga cakupan ruang yang mampu dipotret.

Hal itu membuktikan bahwa sesempurna apapun ciptaan manusia tidak akan mampu menandingi ciptaan Allah SWT yang menciptakan lensa mata manusia dengan resolusi 567 MP.

Bukti selanjutnya adalah manusia mampu membuat pompa air yang hanya mampu bertahan maksimal 5 tahun. Sedangkan Allah SWT membuat pompa yg tidak pernah berhenti ratusan tahun dengan bentuk jantung.

Berikutnya, manusia membuat alat cuci darah sebesar kulkas, Allah SWT menciptakan sepasang ginjal kecil yg mampu menyaring seluruh darah.

Untuk membuat alat tersebut manusia memerlukan buku yang banyak dan tebal, tetapi Allah SWT tidak memerlukan hal tersebut. Bahkan Allah SWT memberi buku panduan berupa Al Quran, sebagai pedoman hidup manusia semasa hidup di dunia.

Di dalam Al quran di surat Al Baqarah ayat 183 berbunyi :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ۝١٨٣

Artinya : "Wahai orang-orang beriman diwajibkan atasmu berpuasa agar engkau bertaqwa" 

Melalui ayat di atas kata diwajibkan bukan dihimbau atau dianjurkan dan kata bertaqwa dimaksudkan agar tubuh kita terpelihara atau menjaga tubuh.

Kata lainnya manusia melaksanakan puasa membuat seluruh organ tubuh menjadi istirahat, jadi salah satu cara bertaqwa adalah dengan menjaga kerja organ tubuh melalui berpuasa.

*)diolah dari berbagai sumber
*)disampaikan oleh Suryatin Ardiningsih, S.Pd


Lebih baru Lebih lama