SMP Sains Tebuireng - Ahad (26/04/2026) SMP Sains Tebuireng menyelenggarakan Sosialisasi Lanjutan Google Reference School (GRS) bersama Google Education Specialist Jatim Balnus dan Salah Satu Sekolah Penyandang GRS. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari acara serupa yang diselenggarakan pada hari Ahad (12/04/2026) lalu secara daring.
Demi memberikan penjelasan secara utuh dan jelas kepada seluruh wali peserta didik, maka SMP Sains Tebuireng menyelenggarakan acara kali ini secara Hybrid. Ada dua orang sebagai perwakilan wali peserta didik dari setiap kelas VII dan VIII yang datang secara luring ke tempat pertemuan, serta lainnya bergabung secara daring melalui Google Meet.
| Bapak H. Mulya Afif, A.Md., S.A., S.Sy membuka acara |
Kegiatan pembukaan dimulai oleh Bapak H. Mulya Afif, A.Md., S.A., S.Sy selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Kepegawaian yang bertindak sebagai pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Tebuireng. Setelah kegiatan pertama selesai, kemudian berlanjut dengan sambutan yang disampaikan Bapak H. Haerul Anam, S.Pd.I selaku Kepala SMP Sains Tebuireng.
Bapak H. Haerul Anam, S.Pd.I menyampaikan bahwa poin penting dari program GRS ini bukan pada branding yang di dapatkan sekolah. Apabila sekolah sudah menjadi GRS sekolah akan mendapatkan Pengakuan Internasional dari Google. Sekolah akan diakui secara global sebagai institusi yang unggul dalam inovasi pendidikan.
| Bapak H. Haerul Anam, S.Pd.I menyampaikan sambutan |
"Tetapi bukan itu poin utama dari tujuan program ini, melainkan kontrol terhadap penggunaan perangkat peserta didik. Apabila peserta didik sudah menggunakan perangkat sesuai dengan ketentuan program, yakni menggunakan chromebook. Maka perangkat peserta didik dapat terkontrol dengan baik, mulai dari membatasi sejumlah situs laiknya sosial media, pembatasan aplikasi terlarang hingga pembatasan waktu penggunaan perangkat juga bisa dilakukan," jelas Bapak H. Haerul Anam, S.Pd.I.
Berbekal aplikasi-aplikasi yang disediakan Google tersebut, tentunya membuat peluang peserta didik untuk menyalahgunakan perangkat yang dibawa semakin kecil. Laiknya visi sekolah dalam menyiapkan Generasi Rabbani yang Unggul dalam Sains dan Teknologi, maka keberadaan teknologi seyogyanya dapat membantu peserta didik agar semakin cakap menggunakan kecanggihan teknologi sesuai fungsinya dalam pembelajaran.
| Ibu Arija Rose Wanodya sedang memaparkan materi |
Menyambung pernyataan kepala sekolah, hal itu di "iyakan" oleh Ibu Arija Rose Wanodya sebagai Google Education Specialist Jatim Balnus ketika menyampaikan materi. Tidak hanya sekolah, orang tua juga dapat mengetahui serta memantau perkembangan akademik peserta didik melalui aplikasi yang digunakan ketika pembelajaran.
"Selain itu, banyak kemudahan yang akan diperoleh peserta didik. Seperti aplikasi-aplikasi pendukung pembelajaran di kelas, hingga keamanan data yang tersimpan di dalam drive. Sehingga kapanpun dan dimanapun peserta didik berada dapat mengakses data yang dibutuhkan tanpa harus membawa perangkat berlebih," ungkap Ibu Arija Rose Wanodya.
Dilihat dari lain sisi, penggunaan chromebook sangat mendukung Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kelas. Karena selain harga perangkat yang sangat ramah di kantong, juga tidak memakan bandwith yang besar ketika digunakan. Mengingat pada usia SMP, masih belum membutuhkan perangkat dengan spesifikasi tinggi. Pada dasarnya Chrome OS tidak membutuhkan perangkat dengan spesifikasi tinggi, cukup RAM 2GB-4GB, penyimpanan 16GB-64GB dan prosesor Celeron.
| Ibu Liza Timmy Zulfa sedang menyampaikan materi |
Senada dengan Ibu Arija Rose Wanodya, Ibu Liza Timmy Zulfa selaku Google Certified Innovator, yang juga merupakan seorang Kepala MI Darul Ulum Karangpandan Pasuruan salah satu lembaga yang telah menyandang GRS juga memaparkan bahwa usia SMP masih belum membutuhkan spesifikasi tinggi, apabila memang sudah terlanjur membelikan atau memiliki perangkat dengan spesifikasi tinggi maka bisa dipergunakan nanti di jenjang berikutnya.
Biarkan peserta didik berkembang dan memanfaatkan perkembangan teknologi sesuai fungsinya terlebih dahulu. Mengingat generasi di masa ini, peserta didik memiliki rasa penasaran yang sangat tinggi. Jangan sampai dengan adanya teknologi yang ada justru membuat peserta didik memanfaatkan ke sisi yang kurang baik.
Di kesempatan kali ini, wali peserta didik juga diberi kesempatan seluas-luasnya untuk bertanya terkait program GRS. Baik wali peserta didik yang hadir secara luring ataupun daring melalui aplikasi Google Meet. Mungkin pada kesempatan pertama di beberapa waktu lalu masih mengganjal dan belum terjawab secara jelas, maka alhamdulillah dapat terjawab dengan baik serta jelas dari pemateri.