![]() |
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّىArtinya:
"Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas (turut merasakan sakitnya)." (HR. Bukhari no. 6011 dan Muslim no. 2586)
Inspirasi Story - Hadits di atas memiliki makna yang cukup mendalam bagi seorang manusia selama menjalani kehidupan di dunia. Selain harus baik dalam hubungan dengan Allah (Hablum minallah), juga harus baik pula hubungan dengan sesama manusia (Hablum minannas).
Salah satu poin penting berkenaan menjalin hubungan baik dengan sesama manusia yakni sikap empati. Apabila setiap orang mampu berempati di setiap hari, maka hidup akan terasa lebih indah. Berikut beberapa sikap empati yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,
- Menjaga lisan dan perbuatan
- Peka terhadap emosi dan perasaan orang lain
- Memposisikan diri seperti orang lain
- Membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan sesegera mungkin
- Berinfaq atau bersedekah
