Inspirasi Story - When we pray and we really want to worship, our heart feels calm, our mind is focused, and we feel khusyuk, because we know our purpose. But, what about when we pray even though we don’t feel like it? dengan ibadah yang memaksakan diri?

When the adhan comes, we are still tired. We still want to stay in bed, and we feel lazy.

But then, we force ourselves, we fight our laziness. We fight our tirednessm and finally, we still pray.

So, which one is more valuable to Allah? jadi mana yang lebih bernilai dari ibadah yang khusyuk karena kita tau tujuan kita atau ibadah yang memaksakan diri? We don’t know, because only Allah knows and judges our worship is accepted or not.

But there is something we can think about. Ketika kita shalat dalam keadaan khusyuk, mungkin kita sedang menikmati ibadah kita. 

Tetapi ketika kita shalat dalam keadaan malas, lalu kita tetap memaksakan diri untuk berdiri di hadapan Allah, di situlah perjuangannya Kita tidak sedang mengejar perasaan nyaman. Bahkan mungkin saat itu kita tidak sedang meminta sesuatu.

Kita hanya datang karena satu alasan:

Karena kita tahu bahwa menyembah Allah adalah kewajiban kita. Dan mungkin, justru di situlah kita belajar tentang makna ibadah yang sebenarnya. Bahwa ibadah bukan hanya tentang ketika kita ingin melakukannya. Tetapi tentang tetap melakukannya, ketika kita tidak ingin melakukannya.

*disampaikan oleh Muhammad Hanif Alfani S.Pd

Lebih baru Lebih lama