![]() |
Inspirasi Story - Dalam sebuah video di channel youtube, Dr. Fahrudin Faiz (seorang dosen di UIN Sunan Kalijaga) membahas dengan rinci salah satu falsafah berbahasa Jawa yang berbunyi "Ngono Yo Ngono Ning Aja Ngono."
Sebuah falsafah yang mengingatkan manusia tentang keseimbangan pada semua hal. Sebuah falsafah yang mengingatkan batas sebagai salah satu cara menemukan kebahagiaan.
Frasa tersebut diawali dengan penerimaan dan pengakuan bahwa apa yang dilakukan oleh lawan bicara adalah sesuatu yang sah dilakukan karena setiap orang punya hak, alasan, dan sudut pandang.
Sedangkan frasa selanjutnya merupakan warning mengenai batasan. Bahwa apa yang sah dilakukan pun tetap memiliki batas, baik batas dari sisi moral, sisi relasional, sisi kepatutan, sisi kewajaran, sisi spiritual, dan berbagai aspek lainnya. Ketika suatu tindakan gagal berhenti pada titik yang seharusnya maka disebut kebablasan. Contoh : makan adalah kebutuhan tetapi makan berlebihan sampai sakit adalah kebablasan.
Beliau lantas melanjutkan dengan falsafah lain yang selaras dengan falsafah "Ngono Yo Ngono Ning Aja Ngono" yaitu falsafah "6 Sa' " :
- Sak butuh e
- Sak perlune
- Sak cukupe
- Sak benere
- Sak mestine
- Sak penak e
