Inspirasi Story - Lebih dari 3.000 tahun yang lalu, Firaun Mesir (yang diyakini sebagai Ramses II) berkuasa dengan zalim. Ia menindas Bani Israel dan menolak dakwah Nabi Musa 'alaihissalam. Ketika Nabi Musa memimpin kaumnya keluar dari Mesir, Firaun mengejar mereka dengan pasukannya hingga ke tepi laut. Saat Allah menenggelamkannya, Firaun baru beriman, tetapi keimanannya tidak lagi diterima. Allah berfirman dalam Surah Yunus ayat 92 bahwa jasad Firaun akan diselamatkan sebagai tanda bagi manusia di masa mendatang.

Berabad-abad lamanya, jasad itu tidak diketahui keberadaannya. Pada tahun 1881, para arkeolog menemukan sebuah mumi raja yang diawetkan dengan sangat baik di sebuah makam tersembunyi di Luxor, Mesir. Mumi itu kemudian diidentifikasi sebagai Ramses II.

Pada tahun 1970-an, seorang ilmuwan asal Prancis, Dr. Maurice Bucaille, mendapat kesempatan memeriksa mumi tersebut. Dengan peralatan medis modern, ia menemukan bukti jelas bahwa orang itu mati karena tenggelam, bukan karena sakit atau usia tua. Ia juga menemukan bahwa proses pengawetan dilakukan secara darurat setelah kematian, berbeda dengan upacara pemakaman raja biasa.

Dr. Bucaille terkejut karena informasi ini telah disebutkan dalam Al-Qur'an lebih dari 1.400 tahun yang lalu, sementara kitab-kitab sebelumnya tidak menyebutkan keselamatan jasad Firaun. Ia kemudian mempelajari Al-Qur'an secara mendalam dan akhirnya memeluk Islam. Kisah ini menjadi bukti bahwa janji Allah pasti terwujud, meskipun butuh waktu ribuan tahun untuk dibuktikan oleh ilmu pengetahuan.

*disampaikan oleh Achmad Fahrurrozi, S.Pd

Lebih baru Lebih lama