![]() |
Berabad-abad lamanya, jasad itu tidak diketahui keberadaannya. Pada tahun 1881, para arkeolog menemukan sebuah mumi raja yang diawetkan dengan sangat baik di sebuah makam tersembunyi di Luxor, Mesir. Mumi itu kemudian diidentifikasi sebagai Ramses II.
Pada tahun 1970-an, seorang ilmuwan asal Prancis, Dr. Maurice Bucaille, mendapat kesempatan memeriksa mumi tersebut. Dengan peralatan medis modern, ia menemukan bukti jelas bahwa orang itu mati karena tenggelam, bukan karena sakit atau usia tua. Ia juga menemukan bahwa proses pengawetan dilakukan secara darurat setelah kematian, berbeda dengan upacara pemakaman raja biasa.
Dr. Bucaille terkejut karena informasi ini telah disebutkan dalam Al-Qur'an lebih dari 1.400 tahun yang lalu, sementara kitab-kitab sebelumnya tidak menyebutkan keselamatan jasad Firaun. Ia kemudian mempelajari Al-Qur'an secara mendalam dan akhirnya memeluk Islam. Kisah ini menjadi bukti bahwa janji Allah pasti terwujud, meskipun butuh waktu ribuan tahun untuk dibuktikan oleh ilmu pengetahuan.
*disampaikan oleh Achmad Fahrurrozi, S.Pd
