SMP Sains Tebuireng - Ahad (18/10/2026), Olimpiade Sains Tingkat SD/MI Nasional (OLSAINS) SMP Sains Tebuireng Tahun 2026 memasuki babak penentuan melalui pelaksanaan semifinal dan final. Tahapan ini menjadi momen penting bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaik, ketelitian, serta penguasaan materi sains setelah melewati babak penyisihan.
Babak semifinal diikuti tujuh puluh peserta dari pelbagai wilayah di Indonesia. Tidak hanya berasal dari Pulau Jawa, turut hadir pula seorang semifinalis yang berasal dari Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Hal itu membuktikan bahwa animo peserta dalam mengikuti kegiatan ini terbilang cukup tinggi.
Di babak semifinal, tujuh puluh peserta berebut enam tiket menuju babak final dengan berlomba menjadi yang terbaik dalam menyelesaikan soal secara daring di Lab CBT SMP Sains Tebuireng. Tujuh puluh peserta terbagi dibagi dalam dua ruang, yakni Lab CBT 1 dan 2.
Usai melangsungkan babak semifinal, peserta melangsungkan istirahat terlebih dahulu guna mengistirahatkan penat selama mengerjakan soal-soal olimpiade. Ketika waktu istirahat, seluruh peserta disajikan penampilan percobaan sains yang dipraktikkan oleh siswi SMP Sains Tebuireng. Selama melakukan praktik sains, seluruh peserta mengikuti dengan antusias dan ceria. Sangat efektif untuk menghilangkan ketegangan selama mengerjakan soal.
Setelah serangkaian kegiatan telah dilalui dan praktik sains selesai, acara berlanjut pada sesi pengumuman enam finalis terbaik yang berhak melaju ke babak final. Keenam peserta tersebut berdasar peringkat nilai yang diperoleh yakni,
- Salman Al Farizi Rezadi asal MI Miftahul Ulum Kota Batu,
- Anindya Akrimna Ailova dari MI Nurul Islam Kota Citrodiwangsan,
- Saifullah Afkar Nafis Lufanda asal SDN 1 Besuki,
- Anindita Febiana Oktantri dari SD NU Insan Cendekia,
- Fetih Mirza Rhamdan Himmawan asal MIS Miftahul Ulum, dan
- Muhammad Ibrahim Azhar dari SDI Al Fath Pare.
Pada tahap puncak, kompetisi dilaksanakan secara langsung dalam tiga babak. Babak pertama yakni setiap pertanyaan wajib dijawab seluruh peserta, babak kedua yakni soal yang dijawab secara berebut. Selama babak final persaingan peserta dalam menjawab soal berlangsung cukup ketat, antar peserta saling berlomba menjawab pertanyaan demi meraih nilai. Tetapi tidak cukup hanya menjawab, melainkan peserta juga harus pandai memilah mana soal yang mampu dijawab dengan benar atau tidak, karena mampu mengurangi poin.
Setelah melalui sengitnya pelaksanaan babak final, pada akhirnya diperoleh Juara 1, 2, 3, Harapan 1, Harapan 2 dan Harapan 3. Berikut para jawara Olsains 2026,
- Juara 1 : Salman Al Farizi Rezadi asal MI Miftahul Ulum Kota Batu
- Juara 2 : Saifullah Afkar Nafis Lufanda asal SDN 1 Besuki
- Juara 3 : Muhammad Ibrahim Azhar dari SDI Al Fath Pare
- Juara Harapan 1 : Fetih Mirza Rhamdan Himmawan asal MIS Miftahul Ulum
- Juara Harapan 2 : Anindita Febiana Oktantri dari SD NU Insan Cendekia
- Juara Harapan 3 : Anindya Akrimna Ailova dari MI Nurul Islam Kota Citrodiwangsan
Selain mendapatkan hadiah uang pembinaan, Juara 1, 2 dan 3 juga mendapatkan Golden Tiket untuk masuk SMP Sains Tebuireng. Apabila berkenan melanjutkan sekolah di SMP Sains Tebuireng, maka ketiga pemenang tersebut bisa lolos tanpa tes laiknya pendaftar reguler.
Melalui Olsains 2026, SMP Sains Tebuireng berharap dapat menumbuhkan semangat berprestasi, kecintaan terhadap sains, serta keberanian siswa SD/MI untuk mengembangkan potensi diri. Apresiasi juga diberikan kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi dan berjuang hingga tahap kompetisi ini. Semoga pengalaman Olsains menjadi motivasi untuk terus belajar, berinovasi, dan meraih prestasi di masa depan.
Enam finalis, satu panggung pembuktian, dan semangat yang sama: berani berkompetisi untuk meraih prestasi!