SMP Sains Tebuireng - Sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, SMP Sains Tebuireng melaksanakan kegiatan pengimbasan materi Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Literasi dan Numerasi pada Selasa, 27 Oktober 2026. Bertempat di Ruang Guru SMP Sains Tebuireng, kegiatan disampaikan oleh Ibu Meylawati Mayasari, S.Pd., setelah mengikuti Bimtek Penguatan Literasi dan Numerasi Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Perwakilan Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia Jawa Timur (YPLP-PGRI) Kabupaten Jombang.

Kegiatan pengimbasan ini menjadi wadah berbagi pengetahuan dan praktik baik kepada rekan-rekan guru, khususnya dalam mengintegrasikan penguatan literasi dan numerasi ke dalam proses pembelajaran. Materi yang disampaikan mencakup empat pokok bahasan, yaitu membaca data Rapor Pendidikan dan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA), mengenal tiga strategi penguatan literasi dan numerasi, menyusun perencanaan pembelajaran, serta merancang tindak lanjut untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.

Dalam pemaparannya, Meylawati Mayasari, S.Pd. menjelaskan pentingnya membaca dan memanfaatkan data pendidikan sebagai dasar dalam menentukan langkah perbaikan. Data Rapor Pendidikan dan hasil TKA dapat menjadi bahan refleksi untuk mengenali kondisi serta kebutuhan belajar peserta didik. Guru juga diperkenalkan pada fasilitas simulasi TKA melalui laman resmi yang tercantum dalam materi, sebagai salah satu sarana untuk mengenal bentuk dan pelaksanaan tes tersebut. Pemanfaatan data secara tepat diharapkan membantu guru menyusun strategi pembelajaran yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Salah satu materi utama yang dibahas adalah tiga strategi penguatan literasi dan numerasi melalui lingkungan belajar, yaitu lingkungan fisik, lingkungan sosial-afektif, dan lingkungan akademik. Lingkungan fisik berkaitan dengan fasilitas serta pajangan yang mendukung kegiatan belajar. Lingkungan sosial-afektif menekankan pentingnya dukungan emosional, sikap ramah, dan suasana yang membuat peserta didik merasa nyaman. Sementara itu, lingkungan akademik berhubungan dengan metode pembelajaran dan aturan sekolah yang mendorong peserta didik untuk aktif belajar. Ketiga lingkungan tersebut saling mendukung dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna.

Selain itu, kegiatan ini membahas penyusunan perencanaan pembelajaran, khususnya pemahaman mengenai pendekatan, model, dan metode pembelajaran. Pendekatan merupakan sudut pandang dalam melaksanakan pembelajaran, misalnya pendekatan saintifik dengan alur 5M atau pembelajaran mendalam (deep learning) yang menekankan suasana belajar menyenangkan dan bermakna. Model pembelajaran perlu memiliki sintaks atau tahapan kerja yang jelas dari awal hingga akhir, sedangkan metode pembelajaran merupakan cara konkret untuk menyampaikan materi, seperti diskusi kelompok, ceramah, tanya jawab, dan eksperimen. Pemahaman terhadap ketiga aspek tersebut diharapkan membantu guru merancang pembelajaran yang lebih terstruktur, aktif, dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Melalui kegiatan pengimbasan ini, para guru SMP Sains Tebuireng diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam perencanaan maupun pelaksanaan pembelajaran sehari-hari. Penguatan literasi dan numerasi bukan hanya tanggung jawab mata pelajaran tertentu, melainkan bagian penting dari proses pendidikan yang perlu dibangun melalui lingkungan belajar yang mendukung dan strategi pembelajaran yang tepat. Dengan semangat berbagi dan belajar bersama, SMP Sains Tebuireng terus berupaya meningkatkan kompetensi pendidik demi menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, bermakna, serta mampu mengembangkan potensi peserta didik secara optimal.

Lebih baru Lebih lama