Secara sederhana, Isra Mikraj adalah dua perjalanan suci yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam saja. Peristiwa ini sangat istimewa karena pada masa itu, perjalanan sejauh ribuan kilometer mustahil dilakukan dalam waktu sesingkat itu tanpa campur tangan kekuasaan Ilahi.
Dalam terminologi Islam, peristiwa ini terdiri dari dua fase yang berbeda namun satu kesatuan. “Isra'” merujuk pada perjalanan horizontal di bumi, sedangkan “Mikraj” adalah perjalanan vertikal menembus langit.
Gabungan kedua perjalanan ini menjadikan Isra' Mikraj sebagai peristiwa besar yang menguji keimanan para sahabat pada masa itu. Hingga kini, peristiwa ini tetap menjadi fondasi penting dalam akidah Islam, khususnya terkait dengan perintah kewajiban ibadah utama.
Mengingat pentingnya momen bersejarah ini, warga SMP Sains Tebuireng juga turut melangsungkan peringatan Isra' Mikraj yang dilangsungkan di Masjid Sholahuddin Al Ayyubi, Pesantren Sains Tebuireng pada (22/01/2026). Mengangkat tema, Jadikan Sholat Sebagai Perisai Diri dan Sarana Menjemput Prestasi kegiatan berlangsung dengan tertib dan khusyuk.
Kegiatan dihadiri oleh Kepala beserta jajaran pimpinan SMP Sains Tebuireng, Kepala SMA Trensains Tebuireng, Bapak H. Agus Mughni Mohammad, S.H., M.A, selaku Mudir IV Bidang Modal Insani, Bapak H. Ah. S.S. Arif Khuzaini, S.A., S.Pd selaku Kepala Pondok Pesantren Sains Tebuireng, Bapak KH. M.Sholahudin, M.Pd. selaku narasumber serta seluruh guru, pembina, dan peserta didik SMP Sains Tebuireng.
Selama kegiatan berlangsung, lantunan sholawat dari grub Al Banjari putri dan putra secara bergantian menemani keberlangsungan peringatan Isra Mikraj. Berkat lantunan sholawat tersebut, kegiatan kian berjalan dengan khidmat sebab seluruh tamu undangan yang hadir turut melantunkan sholawat dengan sungguh-sungguh.
Seusai melantunkan sholawat bersama-sama, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan serta pengumuman-pengumuman yang disampaikan Bapak H. Haerul Anam, S.Pd.I. Salah satunya yakni pemenang lomba Pembuatan Media Pembelajaran Inovatif Non Digital bagi bapak dan ibu guru SMP Sains Tebuireng.
Tidak berhenti di situ, kegiatan dilanjutkan dengan mauidzah hasanah yang disampaikan Bapak KH. M.Sholahudin, M.Pd. Di tengah menyampaikan mauidzah hasanah, beliau juga memaparkan keagungan bulan Muharram sebagai bulan kemenangan Nabi.
"Di bulan yang penuh berkah ini, Allah menyelamatkan Nabi Nuh A.S. dari banjir besar, menolong Nabi Musa A.S. dari kejaran Fir’aun, hingga menjadi waktu turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad SAW," ulas Bapak KH. M.Sholahudin, M.Pd.
Keistimewaan bulan Rajab sebagai momentum terjadinya peristiwa Isra Mikraj. Menurut Bapak KH. M.Sholahudin, M.Pd., pelajaran fundamental dari peristiwa tersebut adalah penataan kualitas ibadah, terutama salat.
Pelajaran paling berharga dari Isra Mikraj adalah bagaimana menata kualitas ibadah. Qad aflaha al-mu’minun, keberhasilan seorang mukmin itu sangat ditentukan oleh salatnya. Selanjutnya, menjaga amalan salat sunnah menjadi satu kunci kesuksesan dunia dan akhirat.
“Apabila keluarga besar SMP Sains Tebuireng ingin sukses dunia maupun akhirat, maka jangan tinggalkan salat Tahajud, salat Fajar, dan salat Duha,” pungkas Bapak KH. M.Sholahudin, M.Pd.
Sebagai penutup peringatan Isra Mikraj yang dilangsungkan oleh SMP Sains Tebuireng, kegiatan diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin Bapak H. Agus Mughni Mohammad, S.H., M.A.
Berikut sekilas potret pelaksanaan peringatan Isra Mikraj yang dilangsungkan oleh SMP Sains Tebuireng pada (22/01/2026) :