![]() |
القصة: العجوز وشجرة التفاح
(Al-Qissah: Al-'Ajuz wa Syajaratut Tuffah)
مرَّ ملكٌ برجلٍ عجوزٍ وهو يغرسُ شجرةَ تفاحٍ. قال الملكُ: "يا هذا، أنت رجلٌ عجوزٌ، وهذه الشجرةُ لا تثمرُ إلا بعدَ سنواتٍ طويلةٍ، وأنتَ قد لا تعيشُ حتى تأكلَ من ثمرِها!"
أجاب العجوزُ بهدوءٍ: "يا جلالةَ الملكِ، زرعوا فأكلنا، ونزرعُ فيأكلون."
أُعجبَ الملكُ بحكمتِهِ وأمرَ له بجائزةٍ.
Inspirasi Story - Suatu ketika, di sebuah desa terdapat seorang raja melintas di depan seorang kakek yang sedang menanam pohon apel. Raja itu berkata, "Wahai kakek, engkau sudah tua, dan pohon ini tidak akan berbuah kecuali setelah bertahun-tahun lamanya, sementara engkau mungkin tidak akan hidup sampai bisa memakan buahnya!"
Si kakek menjawab dengan tenang: "Wahai Baginda Raja, mereka (orang terdahulu) menanam sehingga kita bisa memakan buahnya, dan sekarang kita menanam agar mereka (generasi mendatang) bisa memakan buahnya."
Pelajaran yang bisa dipetik adalah tentang amal jariyah atau amal yang akan terus bermanfaat dan mengalirkan pahala meskipun kita sudah meninggal. Amal jariyah tidak harus berbentuk benda atau harta bisa juga dengan ilmu atau karya yang akan terus bermanfaat sampai kita meninggal. Wallahu alam bisshowaab.
*disampaikan oleh Bapak Achmad Firmansyah, S.Pd
