SMP Sains Tebuireng - Pada Sabtu (31/1/26) telah dilaksanakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh SMP Sains selama dua hari. Hari pertama dikhususkan untuk pameran karya produk-produk hasil penelitian siswa-siswi kelas IX. Pada pra acara menampilkan tim al-Banjari putra (Shohibul Falah),dilanjut pementasan tari saman oleh siswi kelas IX, kemudian pembacaan tahlil bersama untuk memperingati haul Gus Sholah yang ke 7.
Setelah serangkaian pembuka usai, dilanjutkan dengan sambutan dari Ustadz H. Khoirul Anam selaku kepala sekolah SMP Sains Tebuireng. Dalam sambutannya beliau bangga dengan siswa-siswi kelas 9 yang berhasil menciptakan sebuah produk hasil penelitian mereka selama satu semester awal. “ Untuk mempersiapkan ini sudah dimulai dari semester awal. Terutama kelas 9 yang sudah mempersiapkan diri untuk mencari ide kreatif bagaimana mereka bisa menunjukkan kompetensi lulusan di SMP Sains Tebuireng, yakni memiliki produk yang bisa dipertanggungjawabkan dan mudah mudahan bermanfaat di masa yang akan datang” ucap Ustadz H.Khoirul Anam dalam sambutannya.
| K.H. Abdul Hakim Mahfudz sedang menyampaikan sambutan |
Kemudian, disambung dengan sambutan dari pengasuh pondok pesantren Tebuireng K.H. Abdul Hakim Mahfudz yang menekankan pentingnya santri saat terjun ke Masyarakat, seperti yang diucapkan dalam sambutanyya “ Lulusan tebuireng harus mampu terjun ke masyarakat dan menjadi tokoh”
Hingga berlajut pada acara inti, yaitu pameran produk sains yang dibuat oleh siswa-siswi kelas IX SMP Sains Tebuireng. Diantaranya Beras Analog, Self Heating Pad ( pemanas makanan ), dan Salep Anti Kutu Air.
Pameran dan pagelaran Sains ini sangat diapresiasi dengan baik dari banyak tokoh. Karena, acara ini sangat strategis dalam rangka memberi edukasi pada siswa dan siswi. Serta menumbuhkan semangat bagi murid-muridnya untuk melakukan riset ilmiah. Oleh sebab itu prof. Maskuri Bakri berpendapat “ Apabila Anak-anak didasari dengan melakukan kegiatan penelitian, hal ini mengembangkan skill mereka, maupun high skill. Anak-anak akan memiliki sense of crisis pada lingkungan dan sekitar.” Tuturnya saat wawancara berlangsung.
Prof. Maskuri Bakri juga menekankan pentingnya melakukan riset dan penelitian dalam Pendidikan murid-muridnya. Karena, pada saat ini sumberdaya banyak tapi tidak teroptimalisasi. Sementara Orang yang melakukan riset memiliki intuisi yang tajam untuk melihat segala sesuatu dan mengembangkan pemikirannya, bukan hanya satu variable tapi banyak variabel.
Sementara dari sudut pandang lain, dalam sisi kepesantrenan yang berasal dari pendapat ibu Nyai Lelly Lailiyah. Pagelaran ini telah mewujudkan cita-cita K.H. Sholahuddin Wahid. ”Pegelaran ini sesuai dengan cita-cita Gus Sholah,yaitu selalu menciptakan segala hal yang berhubungan dengan sains dan Islam.”
Berbeda pada hari pertama,pada hari ke dua (1/2/26) acara Pagelaran dan Pameran Sains ini di isi oleh berbagai macam drama sains yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dari kelas 7 dan 8. Drama ini tidak hanya semerta-merta drama tanpa adanya pembuktian, justru dalam drama ini adalah praktikum yang dikemas sehingga membentuk drama. Kreatifitas dan inovasi siswa-siswi sangat dimainkan dalam pembentukan plot drama. Mulai dari konsep cerita dan permasalahan sains yang harus dipecahkan. Beberapa tema yang diusung dalam drama seperti: Listrik statis, bahaya rokok, microplastic, deforestasi, dan masih banyak lainnya.
Dari serangkaian isi Pameran dan Pagelaran sains ini menunjukkan, bahwa siswa-siswi tidak hanya belajar tentang teori-teori belaka. Melainkan bagaimana cara penerapan teori-teori itu dalam kehidupan sehari-harinya.
Harapannya dari acara ini adalah Pameran dan Pagelaran Sains ini tidak hanya di lingkup SMP Sains saja, melainkan dapat diperuntukkan secara umum. Begitu pula dengan karya-karya penelitian siswa-siswinya, tidak hanya berputar di lingkungan pesantren sains, tetapi bisa dipublikasikan pada dunia luar. Menunjukka bahwa sekolah di pesantren tidak hanya belajar beragama, melainkan belajar banyak hal, bahkan bisa menciptakan sebuah inovasi baru dalam lingkungan yang terbatas.
Seperti yang diharapkan oleh Prof. Maskuri Bakri saat wawancara, bahwa penelitian ini bisa dikembangkan dan tidak hanya berada di SMP Sains saja. “ Harapannya bisa dikembangkanlagi. Pagelaran bukan hanya di lingkungan smp sains, tetapi bisa di tingkat nasional, dengan para akademisi dan juga dipublish secara ilmiah. Hal ini dapat membawa nama besar SMP sains di dunia internasional melalui riset-riset.”
Selama dua hari, acara ini dihadiri oleh pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng K.H. Abdul Hakim Mahfudz beserta ibu Nyai Lelly Lailiyah, Prof. Maskuri Bakri Guru besar bidang agama islam UNISMA & ketua dewan pemikir dan pengembang pesantren Tebuireng. Soetarno Said, M.Pd., M.Si. dan Dr. Abdul Ghofur, M.Pd, sebagai juri, mudir 2, H. Muhammad Hasyim, MA.