SMP Sains Tebuireng - SMP Sains Tebuireng sukses melangsungkan Ujian Satuan Pendidikan (USP) pada 11 - 16 Mei 2026 yang diikuti peserta didik kelas IX. USP merupakan salah satu instrumen penting dalam menilai pencapaian standar kompetensi lulusan pada akhir jenjang pendidikan.

Pada pelaksanaan USP di tahun pelajaran 2025/2026 ini SMP Sains Tebuireng memilih Metode Project-Based Learning (PjBL) lintas mata pelajaran. Penentuan metode penilaian ini beralasan karena mampu merefleksikan kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah kompleks di dunia nyata, berkolaborasi, dan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dalam satu luaran yang konkret.

Pelaksanaan USP berbasis proyek dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. Tidak hanya menghafal teori, tetapi mengaplikasikannya untuk menciptakan solusi inovatif. Dengan pendekatan lintas mata pelajaran (interdisipliner), peserta didik dapat melihat keterkaitan antara satu materi dengan materi lainnya, sehingga menciptakan pemahaman yang holistik dan komprehensif.

Pengerjaan projek tidak dilakukan secara individu, melainkan dalam satu kelas dibagi menjadi enam kelompok dengan tema berbeda. Tema tersbut yakni, Cerminan Remaja Saat Ini, Eco-Wudhu: Implementasi Sunnah dan Analisis Debit Air di Keran Sekolah, Dampak Program MBG di SMP Sains Tebuireng, Aliran Tradisi Dalam Genggaman, Implementasi Nilai Hadis dalam Kehidupan Nyata Melalui Pembuatan Komik, dan Gelar Karya Olahan Makanan Fermentasi dalam Perspektif Islam "kapan halal menjadi haram?."

Adapun mata pelajaran dan aspek yang dinilai sebagai berikut : 

  • Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris : Penyusunan laporan ilmiah, abstrak, dan kemampuan presentasi lisan.
  • Matematika dan Ekonomi : Analisis data statistik, perhitungan anggaran biaya (RAB), dan kelayakan finansial proyek.
  • IPA (Fisika, Kimia, Biologi) : Penerapan hukum alam, reaksi kimia, atau proses biologis dalam produk yang dihasilkan.
  • PPKn dan Agama : Internalisasi nilai karakter, etika kerja, gotong royong, dan tanggung jawab sosial.
  • Informatika dan Seni Budaya : Desain visual produk, pembuatan media presentasi digital, dan penggunaan teknologi pendukung.
Dari aspek penilaian, tidak hanya dilakukan pada produk yang dihasilkan peserta didik semata. Melainkan proses selama pengerjaan juga termasuk dalam penilaian. Karena proses menghasilkan satu produk tidaklah instan, ada beberapa tahapan yang harus dilewati. Seperti halnya, hari pertama diisi dengan Orientasi dan Perencanaan (Inception Phase), hari kedua Riset dan Pengumpulan Data (Investigation Phase), hari ketiga Produksi dan Eksperimen (Creation Phase), hari keempat yakni Finalisasi dan Penyusunan Laporan (Refining Phase) dan hari terakhir Gelar Karya dan Presentasi (Exhibition & Assessment).

Berdasar proses yang dilalui masing-masing kelompok, tentunya memperoleh hasil yang berbeda pula di setiap kelompoknya. Berkat pengalaman ini, diharapkan mampu memberikan berharga bagi peserta didik apabila terjun dalam masyarakat. Sehingga mampu memberikan solusi-solusi kreatif yang timbul di masyarakat umum.

Berikut sekilas pelaksanaan USP yang diselenggarakan SMP Sains Tebuireng : 



Lebih baru Lebih lama